Selasa, 29 November 2011

Bahan Renungan Seorang Anak terhadap Orang Tua nya


Semoga cerita motivasi ini akan menjadi bahan renungan kita terhadap kedua orang tua kita

Saat kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikan.
Sebagai balasannya, kamu menangis sepanjang malam.

Saat kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kamu kabur saat dia memanggilmu.

Saat kamu berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih
sayang. Sebagai balasannya, kamu buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna Sebagai balasannya,
kamu coret-coret dinding rumah dan meja makan

Saat kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kamu memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat
rumah

Saat kamu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai
balasannya, kamu berteriak.”NGGAK MAU!!”

Saat kamu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kamu lemparkan bola ke jendela tetangga.

Saat kamu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kamu tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu. Sebagai
balasannya, kamu sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.

Saat kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang
hingga pesta ulang tahun
Sebagai balasannya, kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kamu minta dia duduk di baris lain

Saat kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus
orang dewasa.
Sebagai balasannya, kamu tunggu dia sampai di keluar rumah

Saat kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena
sudah waktunya
Sebagai balasannya, kamu katakan dia tidak tahu mode.

Saat kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama
sebulan liburan
Sebagai balasannya, kamu tak pernah meneleponnya..

Saat kamu berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu Sebagai
balasannya, kamu kunci pintu kamarmu.

Saat kamu berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli
kepentingannya.

Saat kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting
Sebagai balasannya, kamu pakai telepon nonstop semalaman

Saat kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA
Sebagai balasannya, kamu berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kamu berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke
kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kamu
tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kamu berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kamu jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan
orang!”

Saat kamu berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk
karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kamu katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”

Saat kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kamu lulus
perguruan tinggi
Sebagai balasannya, kamu tanya dia kapan kamu bisa ke Bali.

Saat kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1set furnitur untuk rumah
barumu.
Sebagai balasannya, kamu ceritakan pada temanmu betapa jeleknya
furnitur itu.

Saat kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang
rencananya di masa depan
Sebagai balasannya, kamu mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti
itu?”

Saat kamu berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu Sebagai
balasannya, kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500km.

Saat kamu berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana
merawat bayimu.
Sebagai balasannya, kamu katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah
berbeda!”

Saat kamu berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang
tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kamu jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”.

Saat kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan
perawatanmu
Sebagai balasannya, kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua
yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang, dan tiba-tiba kamu
teringat semua yang belum pernah kamu lakukan.

Semoga uraian di atas bisa memberikan banyak inspirasi dan motivasi dan yang terpenting adalah sebagai bahan renungan kita terhadap apa yang telah kita lakukan kepada kedua orang tua kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar